Kecerdasan Buatan

Logika di Balik Kebohongan: Memahami Struktur Disinformasi di Indonesia dengan Analisis Teks Berbasis Model BERT: Monograf

Penulis Karya

Amali, S.T., M.Sc. Edy Widodo, S.Kom., M.Kom.

ISBN

978-634-7070-40-1

Halaman

viii + 140 Hlm

Ukuran

UNESCO (15.5 x 23 cm)

Tahun

2025

Spesifikasi Detail

Editor Sufajar Butsianto, S.Kom., M.Kom.
Layout Nichosa Utat
e-ISBN 978-634-7070-41-8 (PDF)
Jenis Kertas HVS 80gr
Berat 112 gr
Cetakan Pertama

Sinopsis Buku

Disinformasi telah menjadi ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan demokrasi, terutama di era digital saat ini. Monograf ini mengupas secara mendalam bagaimana kebohongan diproduksi, disebarluaskan, dan diterima dalam masyarakat Indonesia melalui analisis pola bahasa yang tersembunyi di balik narasi disinformasi. Menggabungkan pendekatan linguistik, ilmu komunikasi, dan kecerdasan buatan, buku ini menghadirkan sebuah studi inovatif dengan memanfaatkan model BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) untuk mendeteksi dan memahami struktur teks manipulatif.

Model ini diterapkan secara khusus pada teks berbahasa Indonesia yang berasal dari berbagai sektor disinformasi seperti politik, kesehatan, dan isu sosial. Monograf ini tidak hanya menyajikan teori dan konsep dasar tentang disinformasi dan logika kebohongan, tetapi juga menghadirkan studi empiris berbasis data nyata. Pembaca diajak menelusuri bagaimana algoritma bekerja dalam mengenali pola linguistik yang menjadi ciri khas hoaks, serta bagaimana hasil analisis tersebut divisualisasikan dalam bentuk grafik dan representasi data lainnya.

Dengan gaya penulisan ilmiah yang tetap komunikatif, buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, jurnalis, pengambil kebijakan, dan semua pihak yang peduli terhadap literasi informasi serta perlindungan ruang publik dari pengaruh manipulatif. Monograf ini disusun sebagai bentuk kontribusi akademik dalam memahami fenomena disinformasi yang semakin kompleks di era digital. Disinformasi tidak hanya menjadi tantangan bagi masyarakat awam, tetapi juga mengancam integritas demokrasi, stabilitas sosial, dan ketahanan informasi nasional. Dengan memanfaatkan teknologi analisis teks berbasis kecerdasan buatan, khususnya model BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers), monograf ini berupaya menggali struktur logika yang tersembunyi di balik narasi kebohongan yang tersebar luas di media digital.